Suku – Suku Di Dalam Nanggroe Aceh

0
14
Suku - Suku Di Dalam Nanggroe Aceh

Suku – Suku Di Dalam Nanggroe Aceh

Suku – Suku Di Dalam Nanggroe Aceh, Suku Aceh, ialah suatu suku bangsa yang berada di sangat ujung unsur utara pulau Sumatra, tepatnya di provinsi Aceh. Populasi suku Aceh pada tahun 2013 diduga lebih dari 4,5 juta orang yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota, 285 Kecamatan dan 6.756 gampong (desa) di semua Aceh.

Menurut kisah para leluhur, nenek moyang suku Aceh berasal dari keturunan sekian banyak suku-bangsa di dunia, laksana Arab, Cham (China), Eropa, Melayu dan Hindia (India). Suku Aceh ialah suku kesatu di Indonesia yang mendekap agama Islam. Mereka menegakkan Kerajaan Islam kesatu di Indonesia. Inilah suku – suku yang sedang di provinsi Aceh

Suku Aceh

Suku Aceh tersebar nyaris di semua wilayah Aceh mulai Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireun, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan beberapa Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Selatan. Bahasa yang dipertuturkan ialah Bahasa Aceh, dan penduduknya menjangkau 4,5 juta dan beberapa besar masyarakatnya beragama Islam, mata pencaharian utama ialah sektor pertanian, kelautan, perikanan, dagang dan perkebunan. Salah satu andalannya ialah Kakao, Pinang, Sawet, Karet dan kopi Ulee Kareng yang berbobot | berbobot | berkualitas ekspor.

Suku Gayo

Suku Gayo ialah sebuah suku bangsa yang menempati dataran tinggi di Provinsi Aceh. Suku Gayo beberapa besar menempati tiga kabupaten yakni Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan kabupaten Gayo Lues. Suku Gayo beragama Islam dan mereka dikenal taat dalam agamanya. Suku Gayo memakai bahasa yang dinamakan bahasa Gayo, Jumlah populasinya menjangkau 250.000 jiwa.

Karena berada di wilayah dataran tinggi, maka mata pencaharian utamanya ialah bertani dan berkebun dengan hasil utamanya kopi. Mereka pun mengembangkan kerajinan menciptakan keramik, menganyam, dan menenun. Kerajinan beda yang lumayan mendapat perhatian ialah kerajinan menciptakan sulaman kerawang Gayo, dengan motif yang khas.

Suku Alas

Suku Alas adalahsalah satu suku yang tinggal di Kabupaten Aceh Tenggara. Kata “alas” dalam bahasa Alas berarti “tikar”. Hal ini terdapat kaitannya dengan keadaan wilayah itu yang menghampar datar laksana tikar di sela-sela pegunungan Bukit Barisan. Daerah Tanah Alas dilalui tidak sedikit sungai, di antara diantaranya ialah Lawe Alas( Sungai Alas). Tanah Alas adalahlumbung padi guna wilayah Aceh. Tapi selain tersebut mereka pun berkebun karet, kopi,dan kemiri, serta mencari sekian banyak hasil hutan, laksana kayu, rotan, damar dan kemenyan. Sedangkan hewan yang mereka ternakkan ialah kuda, kambing, kerbau, dan sapi.

Suku Alas 100% ialah penganut agama Islam. Namun masih ada pun yang meyakini praktek perdukunan contohnya dalam pekerjaan pertanian. Mereka mengerjakan upacara-upacara dengan latar belakang keyakinan tertentu supaya pertanian mereka menyebabkan hasil baik atau terhindar dari hama.

Suku Aneuk Jamee

Suku Aneuk Jamee ialah sebuah suku yang tersebar di sepanjang pesisir barat Aceh. Dari segi bahasa, mereka diduga masih merupakan logat dari bahasa Minangkabau dan menurut keterangan dari cerita, mereka memang berasal dari Ranah Minang. Orang Aceh menyinggung mereka sebagai Aneuk Jamee yang berarti tamu atau pendatang.

Umumnya mereka berkonsentrasi di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan beberapa kecil di Aceh Besar. Namun mayoritas diantaranya berdiam di sepanjang pesisir unsur selatan Aceh, mencakup Aceh Selatan sampai ke Aceh Barat Daya. Mata pencaharian warga disini beberapa besar ialah tani dan nelayan, ada pun yang berkebun dan hasil perkenunan disini yang berbobot | berbobot | berkualitas ekspor ialah Pala.

Suku Melayu Tamiang

Suku Melayu ini mayoritas berdiam di kabupaten Aceh Tamiang. Mereka memiliki kesamaan logat dan bahasa dengan masyarakat Melayu yang bermukim di kabupaten Langkat Sumatra Utara serta bertolak belakang dengan masyarakat Aceh. Meski demikian mereka sudah sekian abad menjadi unsur dari Aceh.Dari segi kebudayaan, mereka pun sama dengan masyarakat Melayu pesisir unsur timur Sumatera lainnya. Jumlah penduduknya tidak cukup lebih 200.000 jiwa. Mata pencaharian penduduk ialah dari segi perkebunan kelapa sawit.

Suku Kluet

Suku Kluet mendiami sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, yakni kec.kluet utara, kec.kluet tengah dan kecamatan kluet unsur selatan serta kecamatan kluet timur. Suku Kluet beberapa besar beragama Islam. Daerah Kluet ini diceraikan oleh sungai Lawé Kluet yang berhulu di Gunung Leuser dan bermuara di Lautan Hindia. Wilayah lokasi tinggal orang Kluet ini terletak di terpencil berjarak 20 km dari jalan raya, 50 km dari kota Tapak Tuan. bahasa Kluet terbagi atas 3 logat yaitu Dialek Paya Dapur, Manggamat dan Krueng Kluet. Mata pencahariannya umumnya ialah bertani, berladang dan berkebun.

Suku Devayan

Suku Devayan adalahsuatu suku bangsa yang menempati sebagian besar pulau simeulue di Kabupaten Simeulue. Dengan Jumlah warga sekitar 50.000 jiwa dan wilayah yang masih terisolir maka mayoritas penduduknya bermata pencaharian nelayan dan berkebun. Salah satu hasil perikanan yang terkenal ialah udang Lobster (udang laut).

Suku Sigulai

Suku Sigulai adalahsuatu suku bangsa yang menempati sebagian kecil Kabupaten Simeulue. dengan jumlah 20.000 penduduk, suku ini mayoritas berada di pesisir barat pulau simeulue.

Suku Haloban

Suku Haloban adalahsuatu suku yang ada di Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di kecamatan Pulau Banyak. Kecamatan Pulau Banyak adalahsuatu kecamatan yang terdiri dari 7 desa dengan ibukota kecamatan terletak di desa Pulau Balai. Bahasa Haloban masih bertalian erat dengan bahasa Devayan di pulau Simeulue. Belum diperoleh keterangan yang jelas mengenai suku ini.

Suku Julu

Suku Julu adalahsuatu sebuah yang ada di kabupaten daratan. Suku ini lebih lazim dikenal sebagai suku Singkil. Belum diperoleh keterangan yang jelas mengenai suku ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here